Sudah jelas dari judulnya. Saya tidak jelas hari ini. Mungkin tidak hanya hari ini saja. Tapi sudah dua hari ini. Semoga esok pagi lebih baik buat saya. Amin.
Begadang Jangan Begadang ..
Hmmm, sudah hari kesekian jam tidur saya tidak normal. Kalau menurut kedokteran waktu tidur yang normal adalah 8 jam sehari, maka sudah seminggu ini hal tersebut tidak bisa saya penuhi. Mungkin ini sudah menjadi resiko bagi pekerja audio visual (baik film maupun video) bahwa mereka akan kekurangan waktu tidur akibat profesinya.
Kalau awal minggunya, saya kekurangan tidur karena harus menyiapkan keperluan shooting esok harinya. Di akhir minggu ini, saya kekurangan tidur karena harus menemani editor dan sutradara mengedit. Ditambah beberapa kejadian spooky yang sering terjadi beberapa hari terakhir ini menyebabkan kekurangan tidur saya menjadi sempurna.
Akibat kekurangan tidur bisa menyebabkan gangguan pada kegiatan yang akan kita lakukan keesokan harinya. Diantaranya konsentrasi menjadi berkurang karena kondisi tubuh yang melemah. Akibatnya emosi menjadi mudah tersulut, apabila ada beberapa hal di luar rencana kita terjadi.
Akibat yang lebih buruk bisa dicegah dengan mengambil istirahat secara bergantian dengan teman setim. DI saat kita istirahat (tidur), teman setim kita itu yang akan terjaga dan menjaga pekerjaan yang sedang berlangsung berjalan lancar. Atau, apabila ada waktu jeda antara pergantian shift, waktu jeda antara perpindahan lokasi, waktu jeda menunggu hasil preview dengan klien, hal-hal ini bisa dimanfaatkan untuk beristirahat a.ka. tidur. Karena tentunya hasil terbaik tergantung pada bagaimana kita menjaga kondisi terbaik tubuh dan stamina kita.
Selamat tidur!! ZZzzzz
My “M” Project
Hai, ini tulisan pertama saya di blog ini. Untuk pertama ini, saya akan cerita soal project yang sedang saya kerjakan saat ini. Sebuah video profil untuk bank syariah pertama di Indonesia yang berdurasi 7 menit. Ini merupakan project kedua dari klien yang satu ini. Shooting dilakukan selama 3 hari, ditambah memanfaatkan footage yang sudah ada dari project sebelum ini. Saat ini project sudah memasuki tahap pos produksi, meskipun lusa masih ada satu hari produksi lagi.
Dalam project ini, saya berfungsi menjadi line producer lagi. Posisi ini menjadi penting, karena kebetulan posisi produser, sutradara, & penulis naskah dirangkap oleh satu orang. Maka muncullah posisi saya ini. Saya memang bukan anak sekolah film atau produksi televisi. Tapi saya berusaha menjalankan posisi dan memback-up rekan saya yang menjadi produser dan sutradara sekaligus, supaya project ini berjalan dengan lancar dan terdelivery tepat waktu.
Bukan hal yang mudah melakukannya, mengingat saya terbiasa melakukan semua (kerja-kerja produser & line producer) sendirian. Kali ini saya rela berbagi peran untuk mencoba sesuatu yang baru, mencoba kerja produksi yang lebih baik, efisien dan efektif. Saya ingin melihat dan membandingkan hasilnya dengan project lain yang biasa saya lakukan sendiri.
Sejauh ini ada satu perbedaan yang saya rasakan, yaitu bekerja dengan cara ini lebih santai (mungkin maksudnya teratur) dan tidak menjadi beban pikiran yang segede gunung. Karena ada beberapa hal yang tidak harus saya kerjakan, karena perannya sudah diambil oleh rekan saya (produser=sutradara). Misalnya berhubungan langsung dengan klien. Bagian ini yang selalu berat bagi saya, karena selalu menabrakkan keinginan klien yang “ajaib” dengan logika audio visual yang terikat dengan durasi dan budget, ditambah kekurangkoordinasian di antara “para” klien yang terkadang bisa menimbulkan miskomunikasi dan merusak hasil yang terlah disepakati bersama (klien dgn tim produksi).
Well, tapi inilah dunia saya. Suka atau tidak suka.